Selasa, 15 Mei 2012

Informatika Farmasi


-->
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perkembangan teknologi di bidang kesehatan berimplikasi pada perkembangan jenis penyakit dan banyaknya macam dan jenis obat. Ketersediaan informasi obat yang akurat, benar dan up to date merupakan kebutuhan bagi penyedia layanan kesehatan maupun pasien dan masyarakat.Teknologi informasi juga mampu memberikan dukungan pengambilan keputusan dalam manajemen obat dan pengobatan. Meskipun masih cukup jarang ditemui, pengembangan Management Support Systems (MSS) menjadi alternatif yang sangat baik dalam membantu para klinisi dalam melakukan manajemen obat dan pengobatan. Beberapa model keputusan dalam MSS dapat diterapkan untuk membantu memberikan alternatif solusi bagi para pengambil keputusan dalam pengelolaan obat dan menyelesaikan beberapa masalah terkait dengan pengobatan.
Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi adalah salah satu upaya dalam pelayanan informasi kepada konsumen obat. Dalam era yang serba digital, kecanggihan teknologi harus diperhitungkan sebanyak mungkin memberi nilai lebih dalam setiap aktivitas kehidupan. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang farmasi dan kedokteran harus selalu bermuara pada upaya peningkatan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.
Teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kesehatan di Indonesia. Beberapa institusi kesehatan seperti rumah sakit, klinik, laboratorium dan bahkan puskesmas dan dinas kesehatan sudah banyak yang mengadopsi teknologi ini. Penyedia jasa pengembang aplikasi berbasis komputer untuk kesehatan juga semakin banyak, dari pemain lokal, nasional dan juga pemain multinasional. Pemerintah pun juga sangat mendorong pemanfaatan teknologi informasi disektor kesehatan.
Informatika mencakup berbagai bidang. Perkembangan teknologi yang pesat membawa kemajuan dalam bidang informatika, terutama yang bertautan dengan metode transmisi data yang lebih cepat dan berdaya, lebih efektif biaya. Imbasnya ialah perlunya memahami kriteria untuk memilih teknologi yang tepat guna memecahkan masalah.
B.     Rumusan Masalah
1.      Membahas bagian manajemen farmasi pada sistem informasi rumah sakit.
2.      Masih banyak, terjadi kesalahan diagnosa dan dalam pelayanan pengobatan karena minimnya sistem yang digunakan.
BAB II
ISI
A.      Defenisi Informatika Farmasi
Sistem Informasi adalah suatu cara yang sudah ditentukan untuk mengolah data dan informasi yang dibutuhkan agar dapat mencapai suatu tujuan. Defnisi lain dari sistem informasi adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribuskan informasi untuk mendukung pembuatan keputusan dan pengawasan dalam organisasi.           
Tiga aktivitas pada sistem informasi adalah input, proses dan output, berikut penjelasannya :
a) Masukan/Input
Sekumpulan data mentah dalam organisasi atau luar organisasi untuk diproses dalam suatu sistem informasi.
b) Proses
Sebuah konversi atau pemindahan, manipulasi dan analisa input mentah menjadi bentuk yang lebih berarti.
c) Keluaran/Output
Distribusi informasi yang sudah diproses ke anggota organisasi dimana output tersebut akan digunakan
Informasi dalam hal ini, butuh umpan balik (feed back) jika output dikembalikan ke anggota organisasi yang berkepentingan diharapkan dapat untuk membantu mengevaluasi atau memperbaiki input.
Semua komponen tersebut diatas saling terkait, bila data salah maka hasilnya berupa informasi yang salah juga. Informasi yang canggih seperti angka statistik yang rumit tidak ada gunanya bila pemakai tidak dapat mengerti, maka komponen ini harus dipertimbangkan secara keseluruhan. Jadi sistem informasi merupakan kombinasi dari orang (people), perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan komunikasi (communication network) dan sumber data yang dihimpun, ditransformasi dan mengalami proses pengaliran dalam suatu organisasi.
Pengertian Informatika mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Informatika mempunyai konsep dasar, teori, dan perkembangan aplikasi tersendiri. Informatika dapat mendukung dan berkaitan dengan aspek kognitif dan sosial, termasuk tentang pengaruh serta akibat sosial dari teknologi informasi pada umumnya. Penggunaan informasi dalam beberapa macam bidang, seperti bioinformatika, informatika farmasi, dan informasi yang mendukung ilmu perpustakaan, merupakan beberapa contoh yang lain dari bidang informatika. Dengan perkembangan  konsep data, informasi, pengetahuan, komunikasi, dan interaksi sendiri, maka informatika didefinisikan sebagai gabungan berbagai bidang akademik yang menyediakan kaitan antara berbagai disiplin dengan perspektif serta metodologinya sendiri guna pengembangan teori dan aplikasi praktis.
Informatika tumbuh sebagai bidang interdisipliner yang berkaitan dengan kajian sifat informasi dan teknologi dengan fokus bagaimana manusia menyatukannya guna menghasilkan serta mengelola informasi dan  pengetahuan. Jadi informatika memiliki cakupan lebih luas daripada ilmu informasi karena fokus utama ilmu informasi ialah pengumpulan, pengorganisasian, penyimpanan, temu balik, interpretasi serta penggunaan informasi.  Informatika lebih luas daripada ilmu komputer dan ilmu informasi karena digunakan dalam konteks  yang lebih luas daripada ilmu informasi. Informatika  mencakup semua aspek  ilmu komputer dan perilaku manusia.
Informatika farmasi (Pharmacy informatics) adalah realisasi informatika untuk farmasi dan kegiatannya agar efektif biaya dalam pemanfaatan sistem informasi dan perangkat teknologi,. Informatika farmasi bertujuan menyediakan informasi yang cepat dan handal tentang terapi obat yang mampu membantu pasien dalam proses penyembuhannya. Farmasi informatika adalah sub disiplin dari informatika kesehatan yang berhubungan dengan integrasi teknologi informasi dan aplikasi kedalam praktek farmasi. Ini berfokus pada memanfaatkan sistem teknologi dalam pemilihan obat, penggunaan, dan administrasi untuk menjamin keselamatan pasien yang optimal, kepatuhan, dan asil kesehatan.
Farmasi informatika adalah bidang yang relatif baru, dan tujuannya adalah untuk membantu komunikasi dan membantu meningkatkan apoteker dan profesional perawatan kesehatan untuk meningkatkan baik pengetahuan bahwa konsumen memiliki serta tingkat pelayanan yang mereka terima. Dengan menggunakan kemajuan teknologi informasi dan perangkat keras komputer dan perankat  lunak. Informatika farmasi mampu memberikan metode biaya efektif untuk apotek dan rumah sakit untuk berkomunikasi dengan mudah dan menciptakan sebuah kerangka lanjutan dengan yang mereka dapat lebih memenuhi kebutuhan masyarakat luas.
B.     Sistem Informasi Rumah Sakit
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu tatanan yang berurusan dengan pengumpulan data, pengelolaan data, penyajian informasi, analisis dan penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit. Sebuah sistem informasi rumah sakit idealnya mencakup integrasi fungsi-fungsi klinikal (medis), keuangan, serta manajemen yang nantinya merupakan sub sistem dari sebuah sistem informasi rumah sakit. Sub sistem ini merupakan unsur dari sistem informasi rumah sakit yang tugasnya menyiapkan informasi berdasarkan fungsi-fungsi yang ada untuk menyederhanakan pelayanan pada suatu rumah sakit.
Sistem informasi manajemen Rumah Sakit (SIMRS) ini meliputi input, proses, output, balikan dan kontrol. Dalam analisisnya SIMRS tidak terlepas dari kebutuhan komputerisasi yang meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Sistem informasi rumah sakit berbasis komputer on-line yang sudah terhubung dengan Local Area Network (LAN).
Fungsi utama dari rumah sakit yang pada umumnya adalah pelayanan kesehatan, serta pasien sebagai objek dari fungsi utama rumah sakit, dukungan operasional berupa tenaga kerja, keuangan, sarana dan prasarana, serta sistem manajemen yang dibutuhkan untuk mengelola suatu rumah sakit.
Pelayanan farmasi merupakan salah satu pelayanan utama yang menunjang kegiatan pelayanan di lingkungan rumah sakit dalam menjalankan fungsinya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Divisi Farmasi bertanggung jawab terhadap pengelolaan barang farmasi berupa obat yang digunakan oleh semua unit di lingkungan rumah sakit baik untuk pelayanan rawat jalan termasuk rawat darurat dan bedah sentral, pelayanan rawat inap termasuk rawat intensif maupun penggunaan obat yang digunakan di lingkungan penunjang medis seperti laboratorium. Pada masa yang akan datang beberapa konsep baru telah disepakati untuk digunakan di lingkungan Divisi Farmasi. Hal pertama yang diperkenalkan dan akan dilaksanakan adalah order manajemen yaitu pemanfaatan pelayanan permintaan dan penyampaian hasil pemberian obat dengan memanfaatkan fasilitas komputer secara online. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh semua unit pengguna. Status atau proses permintaan layanan termasuk hasil pemberian obat dapat dipantau / dilihat langsung melalui fasilitas komputer.
C.    Manfaat Informatika Farmasi
Sistem Informasi Farmasi bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada pihak farmasi dan pasien dalam mengelola data seputar obat dan farmasi. Sistem ini mencakup berbagai aspek dari operasional farmasi, baik dari pendataan resep, pengecekan stok, pengadaan obat sampai kepada tagihan dan pembayaran. Juga dapat meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter dan pengasuh lainnya, dan pasien. Informatika farmasi juga mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat mungkin atau alergi sebelum resep diisi.
Informatika farmasi memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka diberikan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang lain dalam menemukan resep yang tepat untuk kondisi tertentu, yang dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke kantor dokter untuk menerima diagnosa yang tepat dan pengobatan. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik, dapat sangat mengurangi biaya bagi pasien.
BAB III
METODELOGI
Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengembangan sistem informasi pada pelayanan kefarmasian adalah sistem informasi farmasi dengan adopsi ICT (software) yang tahapannya terdiri dari : perencanaan, analisis kebutuhan obat, analisis desain, desain secara fisik, implementasi atau konstruksi, uji coba dan perawatan. Sistem informasi rumah sakit berbasis komputer on-line yang sudah terhubung dengan Local Area Network (LAN)


BAB IV
KESIMPULAN
Informatika farmasi adalah realisasi informatika untuk farmasi dan kegiatannya agar efektif biaya dalam pemanfaatan sistem informasi dan perangkat teknologi. Informatika farmasi bertujuan menyediakan informasi yang cepat dan handal tentang terapi obat yang mampu membantu pasien dalam proses penyembuhannya. Sistem Informasi Farmasi bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada pihak farmasi dan pasien dalam mengelola data seputar obat dan farmasi. Sistem ini mencakup berbagai aspek dari operasional farmasi, baik dari pendataan resep, pengecekan stok, pengadaan obat sampai kepada tagihan dan pembayaran. Juga dapat meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter dan pengasuh lainnya, dan pasien. Informatika farmasi juga mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat mungkin atau alergi sebelum resep diisi.
Aplikasi SIRS Farmasi ini berfungsi sebagai pendukung dalam kegiatan pelayanan kesehatan di rumah sakit, serta dengan menggunakan database untuk menghubungkan aplikasi SIRS pada Subsistem yang lain.
Daftar Referensi
Agus Mutamakin. 2006. Informatika Kesehatan. http://informatika-kesehatan.blogspot.com/

FTI UII. 2011 Peranan ICT di Bidang Kedokteran dan Farmasi dalam Mendukung Keselamatan Pasien. http://fit.uii.ac.id

Handoyo, Eko dkk. 2008. Aplikasi Sistem Informasi Rumah Sakit Berbasis web Pada Sub-sistem Farmasi Menggunakan framework prado. http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/eko_3_.pdf


Sri rahayu.2009. Pengembangan Model Sistem Informasi Rumah Sakit Pada Instalasi Radiologi Rawat Jalan Untuk Mendukung Evaluasi Pelayanan Di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. http://eprints.undip.ac.id/18318/1/Sri_Rahayu.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar